Bintang Malam – Cerita Pendek – Pena Kreatif UKIMERS

Bintang Malam
karya : Alifia Ulya Handari (Anggota UKIM)

Di desa kecil di kaki gunung yang dikelilingi oleh sawah-sawah hijau, hiduplah seorang pemuda tangguh, dengan tubuh yang tidak besar dan kulit sawo matang. Setiap kali setelah pulang dari pekerjaannya di ladang, pemuda yang dipanggil warga desa dengan sebutan Rama, gemar sekali memandang langit malam di tengah hamparan padi yang sunyi.

Suatu malam, setelah mengumpulkan sebagian padi di ladang, Rama duduk sendirian di tepi sawah. Langit malam terbentang luas di atasnya, dipenuhi dengan taburan bintang-bintang yang bersinar dengan indahnya. Suara angin sepoi-sepoi mengayun tanaman padi yang menguning, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Rama duduk dengan kaki terjuntai di air yang mengalir perlahan di tepi sawah. Dia memandangi langit malam yang gelap membiarkan pikirannya melesat menuju langit.

Gemerlap bintang menembus cahaya malam yang gelap dan sunyi. Sambil terus memandangi langit yang berbintang, Rama mulai hanyut dalam suasana damai dan menenangkan itu. Dia melepas seluruh keluh kesahnya kepada alam dan langit malam, sambil tetap menghargai keindahan alam dan ketenangan yang diberikannya.

Ketika Rama sedang memandangi langit, tiba-tiba sebuah bintang jatuh dari langit dan mendarat tidak jauh dari tempatnya berada. Rama, yang penuh dengan rasa ingin tahu, segera berlari menuju tempat dimana bintang itu terjatuh. Ternyata, bintang itu tidak berbentuk batu atau benda besar seperti yang ia bayangkan, melainkan seorang wanita muda yang cantik dengan rambut berwarna perak dan mata yang berkilau seperti permata. Wanita itu terbaring lemah di lapangan hijau, tersungkur setelah jatuh dari langit.

Rama mendekat dan mengulurkan tangannya. Wanita itu tersenyum lemah, dan dengan suara lembut ia meraih tangan Rama sembari mengucapkan terima kasih. Rama dan wanita itu berjalan ke tengah sawah, mendekati saung dengan atap daun jerami dan pondasi dari kayu. Rama menuangkan segelas air dari teko dan memberikannya pada wanita itu.

“Kamu berasal dari mana?” Rama memulai pembicaraan.“Aku Aquila, senang bertemu denganmu. Aku tinggal di atas sana.” Wanita itu menunjukkan
jarinya ke langit malam.“Aku tinggal di sepanjang galaksi bima sakti. Sepertinya aku tersesat saat melintasi alam
semesta.” Sambung Aquila menatap wajah Rama.

Rama terkejut dan bingung, tetapi ia mulai tertarik dan terpesona oleh kehadiran wanita tersebut. Mereka pun mulai berbincang, saling bertukar cerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Tanpa sadar, gelapnya malam mulai terlihat sedikit menakutkan.

“Mengapa disini sangat gelap? Hanya ada cahaya bulan yang bersinar,” tanya Aquila dengan alis mengerut.
“Desa ini sudah lama tidak ada penerangan. Kami hanya mengandalkan cahaya matahari, bulan, dan bintang sebagai penerang sehari-hari,” ucap Rama sembari memandang hamparan sawah yang sebentar lagi akan dipanen.

Rama merasa terpikat oleh kebaikan hati dan keanggunan wanita itu. Dia merasa bahwa ada ikatan yang kuat antara mereka, sesuatu yang lebih dari sekadar pertemuan kebetulan di tengah sawah yang sunyi.

“Hmm, maukah kamu menginap di rumahku? Kebetulan aku sedang memasak hidangan lezat
di dapur.” Rama bangun dari duduknya dan mengulurkan tangan kepada wanita itu.

Suasana gelap malam yang sunyi disambut berbagai suara burung dan serangga. Gubuk berbahan dasar anyaman rotan dan atap jerami berdiri kokoh tepat di tepi sawah tidak jauh dari saung yang berada di tengah sawah. Rama menyiapkan piring dan gelas di atas mejamakan kayu yang sudah rapuh dimakan rayap. Aquila duduk menatap Rama yang sedang menuangkan kuah sup di wadah cekung. Malam itu bagaikan malam yang hangat sambil
menyantap sup kaldu ayam.
****
Matahari baru saja muncul dari balik cakrawala, cahaya kuning keemasan menyinari hamparan sawah yang hijau. Udara segar pagi menyapa wajah dengan lembut, memberikan aroma tanah basah yang menenangkan setelah malam yang sejuk.Langit pagi yang masih dipenuhi warna-warna lembut senja memberikan latar belakang yang indah bagi awal hari yang baru. Di kejauhan, gunung-gunung yang menjulang tampak terhampar di antara awan-awan tipis, menambah keindahan panorama alam yang memukau.

Di sawah-sawah yang luas, petani-petani mulai aktif. Mereka bergerak dengan lincah, membawa peralatan mereka sambil bernyanyi kecil, menyambut pagi dengan semangat yang tinggi. Beberapa burung berkicau riang di atas pohon-pohon, menyambut datangnya pagi dengan lagu-lagu mereka yang merdu.

Rama membawa cangkul di atas pundaknya dengan kaos putih panjang dan celana hitam setinggi lutut yang dipakainya. Rama memulai membajak tanah untuk menghasilkan tanah yang subur dan gembur. Aquila memandang Rama dari kejauhan di bawah pohon rindang, menutupi rambutnya dengan kain coklat agar tidak terlihat aneh dengan rambut peraknya. Sesekali Rama melihat Aquila memberikan senyuman manis kepadanya.

Matahari semakin condong ke arah barat. Cahaya oranye kemerahan melukiskan goresan indah di langit. Burung-burung terbang rendah menuju sarangnya. Petani-petani di sawah menghentikan aktivitasnya dan kembali ke rumah masing-masing. Seluruh desa menjadi sangat gelap, cahaya matahari tidak terlihat lagi. Rama duduk di pinggir sungai memandang jauh di antara hamparan padi. Rama menyentuh segarnya air yang melewati sela-sela jari kakinya. Tiba-tiba pundaknya terasa ada tangan yang sedang menyentuhnya.

“Rama, hari mulai malam. Masihkah kamu memandang langit gelap itu? Sebaiknya pulang saja.” Aquila menyentuh pundak Rama.
“Iya, kau benar. Jika sudah malam, sebaiknya kita kembali kerumah. Namun ini caraku meluapkan keluh kesahku dengan menatap gemerlap bintang di langit. Namun malam tanpa bintang hanyalah sia-sia. Lihatlah, hanya ada cahaya bulan yang disana.” Rama menunjuk jari telunjuknya ke arah langit.
“B..bagaimana bisa? Kemana bintang-bintang itu menghilang?” Aquila menengadahkan wajahnya ke atas.
“Aku juga tidak tahu, mungkin saja tertutup awan gelap dilangit.” Rama menundukkan wajahnya seolah menyembunyikan kesedihannya.

Tanpa pikir panjang, Aquila berlari meninggalkan Rama dan menerobos hutan, menuju puncak gunung Sentawang. Sesampainya disana, Aquila mengangkat tangannya, mencoba meraih langit-langit dari jauh, namun tidak bisa. Rama dengan lamunannya yang berlarut-larut menenangkan diri dengan membasuh wajahnya dengan air mengalir. Tersadar, Aquila telah menghilang dari sisinya. Mungkin saja dia sudah tidur di rumah, pikirnya.

Rama kembali menuju gubuk tapi tidak menjumpai Aquila di sana. Rama berteriak mencari-cari Aquila kesana kemari. Dari puncak gunung terlihat cahaya terang benderang memancar membelah gelapnya malam. Rama dengan wajah terkejut segera berlari menuju puncak. Melewati hutan, melawan arus sungai, dan tibalah di kawah gunung Sentawang. Di dalam kawah yang dalam itu, mendidih air merah menyala dengan panas yang tidak terbayangkan. Rama berkeliling kawah, mencari cahaya yang terang tadi. dan muncullah wanita yang dikenalnya.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” ucap Rama.
“Aku… aku hanya ingin kembali, menjadi cahayamu dilangit. Aku sudah berusaha, tapi semuanya sia-sia.” Aquila mengepalkan kedua tangannya dan meneteskan air dari mata indahnya.
“Selama ini aku bagaikan malam yang gelap, sampai pada akhirnya menemukan seseorang yang menerangi kegelapanku. Tapi sekarang seseorang itu akan pergi, dan aku kembali menjadi malam yang sunyi. Apakah kau akan benar-benar pergi, Aquila?” Rama memegang erat tangan putih Aquila.

“Rama.. kamu bagaikan malam yang gelap tempatku menerangi hidup. Dimana ada kegelapan disitu aku ada. Aku tidak tega melihatmu memandang langit yang gelap tanpa adanya cahaya bintang. Kamu bisa melihatku kapan saja di antara bintang-bintang yang bersinar.” Aquila mengusapkan air mata, menutupi kesedihannya.

“Kau benar, tempatmu bukan disini. Kau harus segera kembali. Cahayamu bukan milikku, tapi milik seluruh kehidupan di alam semesta ini. Kembalilah, aku akan membantumu ke atas sana.” Rama menggendong Aquila di atas kedua tangannya. Dengan penuh keyakinan, Rama melemparkan tubuh Aquila ke atas dengan kuat, sampai menyentuh langit dan hilang dengan sekejap. Aquila terbang melesat menembus langit, melihat Rama dari ketinggian angkasa. Semakin jauh dan semakin tidak terlihat.

Di malam berikutnya, seperti biasa, Rama duduk sendirian di tepi sawah. Aliran air sungai membasahi kakinya. Angin perlahan menghembuskan daun-daun tanaman. Suara serangga membisikkan lembut ke dalam telinga. Langit malam terbentang luas di atas, dipenuhi dengan taburan bintang-bintang yang bersinar dengan indahnya. Rama menatap jauh cahaya yang paling terang tergantung di langit malam. Rama tersenyum melihat cahaya bintang itu. Tidak salah lagi, itu adalah cahaya bintang Aquila.

STRATEGI PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN PEMIKIRAN KRITIS DALAM MEMBENTUK GENERASI EMAS 2045 MELALUI GEBYAR LOMBA KARYA TULIS ILMIAH UNIT KEGIATAN ILMIAH MAHASISWA UNESA 2024

PENDAHULUAN

Gebyar Lomba Karya Tulis Ilmiah (GALAKSI) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM) Universitas Negeri Surabaya merupakan program kerja tahunan yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan pemikiran kritis generasi muda. Dalam konteks persiapan Indonesia menyongsong Generasi Emas 2045, GALAKSI menjadi ajang kompetisi yang strategis bagi mahasiswa dan siswa untuk mengekspresikan ide-ide inovatif, kreatif dan implementatif melalui karya tulis ilmiah dan esai. Acara ini tidak hanya mendorong mahasiswa dan siswa untuk berpenalaran dan meneliti, tetapi juga menjadi ajang untuk menyampaikan aspirasi serta gagasan kreatif yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Melalui GALAKSI, peserta diajak untuk berinteraksi dengan para narasumber berpengalaman dalam bidang pendidikan dan ekonomi melalui sesi talkshow. Diskusi yang interaktif ini memberikan wawasan tentang pentingnya pendidikan dan pemahaman ekonomi kreatif dalam menghadapi tantangan global. Dengan mengangkat isu-isu terkini, talkshow ini memperkaya pengetahuan peserta dan memotivasi mereka untuk berpikir kritis dalam mencari solusi atas permasalahan yang ada. Hal ini sejalan dengan tujuan GALAKSI untuk mengoptimalkan potensi intelektual generasi muda, sehingga dapat berperan aktif dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Diharapkan melalui event GALAKSI ini, semangat kreativitas dan inovasi dapat terus berkembang di kalangan generasi muda. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai proses pembelajaran yang memperkuat komitmen bersama untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia Emas 2045. Dengan mengedepankan pengembangan kreativitas dan pemikiran kritis, GALAKSI berperan sebagai jembatan yang menghubungkan potensi generasi muda dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi bangsa. Melalui inisiatif ini, diharapkan akan lahir pemimpin dan inovator masa depan yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari Program Kerja Gebyar Lomba Karya Tulis Ilmiah (GALAKSI) UKIM UNESA
yang dilaksanakan pada hari Jumat, 6 September 2024; Sabtu, 7 September 2024; dan Minggu, 8 September 2024 di Auditorium, Lantai 4, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan 2 Kesehatan, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Gebyar Lomba Karya Tulis Ilmiah (GALAKSI) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM) Universitas Negeri Surabaya,

Acara ini bertujuan mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kontribusi positif generasi muda melalui ajang kompetisi karya tulis ilmiah dan esai. GALAKSI berfungsi sebagai wadah bagi peserta untuk menyalurkan aspirasi dan ide-ide inovatif yang dapat mendukung kemajuan Indonesia menuju visi Generasi Emas 2045. Acara ini juga mengadakan sesi talkshow interaktif dengan narasumber dari bidang pendidikan dan ekonomi, memberikan wawasan tambahan mengenai peran pendidikan dan ekonomi kreatif dalam menghadapi tantangan global. Melalui sesi ini, peserta dapat memperoleh inspirasi dan pemahaman lebih luas untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa.

GALAKSI menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri dalam berpikir kritis dan kreatif, serta menumbuhkan komitmen mengoptimalkan potensi intelektual pemuda. Kompetisi ini juga memotivasi mereka untuk menghasilkan solusi-solusi implementatif yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Dalam menyongsong Generasi Emas 2045, GALAKSI bertujuan menyiapkan generasi unggul yang berperan dalam berbagai bidang, melalui kegiatan ilmiah yang memacu peserta berpikir kritis dalam merumuskan solusi atas tantangan yang ada.

Melalui lomba karya tulis ilmiah, esai, dan kegiatan talkshow, GALAKSI mendukung pembentukan generasi muda yang inovatif, solutif, dan penuh semangat kebangsaan. Event ini tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga mengarahkan kreativitas peserta untuk kemajuan bangsa. GALAKSI diharapkan dapat mendorong lahirnya pemimpin dan inovator masa depan yang berkontribusi nyata dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Setelah GALAKSI dilaksanakan, adanya pengisian kuesioner oleh Panitia GALAKSI baik dari Pengurus dan anggota UKIM. Kuesioner ini dirancang agar dapat mengevaluasi bagaimana selama kegiatan berlangsung dan memungkinkan untuk mendapatkan feedback berupa saran dan masukan yang bermanfaat dari Panitia GALAKSI. Tujuan utama dari kuesioner tersebut adalah untuk mengevaluasi tingkat efektivitas pelaksanaan acara GALAKSI 2024 berdasarkan persepsi Panitia. Evaluasi ini mencakup beberapa aspek penting, yaitu pengelolaan waktu, teknis pelaksanaan rapat, dan kualitas output yang dihasilkan selama acara. Dengan mengetahui persentase kepuasan responden, panitia dapat memahami sejauh mana acara berjalan sesuai rencana dan memenuhi harapan peserta.

Hasil kuesioner ini juga berfungsi sebagai bahan analisis untuk perbaikan di masa depan. Persentase yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa acara berjalan efektif (80,6%) adalah sinyal positif bahwa pelaksanaan GALAKSI 2024 telah berjalan baik secara umum. Namun, adanya 19,4% responden yang merasa sebaliknya menjadi catatan penting bagi panitia untuk mengevaluasi aspek-aspek yang mungkin masih kurang, sehingga diharapkan GALAKSI di masa mendatang dapat lebih memenuhi ekspektasi semua pihak.

Persentase responden kuesioner dari berbagai divisi di GALAKSI 2024, dengan total 36 responden. Data ini memberikan gambaran distribusi keterlibatan tiap divisi dalam pengumpulan masukan untuk evaluasi program. Informasi ini berguna bagi organisasi untuk memahami pandangan tiap divisi, serta mengetahui tingkat keterwakilan masing-masing divisi dalam umpan balik yang diberikan.

Analisis dari grafik ini memungkinkan GALAKSI untuk melihat seberapa besar kontribusi masukan dari masing-masing divisi, dan juga mempertimbangkan kebutuhan serta tantangan spesifik yang mungkin dihadapi oleh tiap divisi. Keterwakilan ini membantu dalam menentukan arah kebijakan atau strategi program yang lebih inklusif dan terfokus pada peningkatan efektivitas berdasarkan masukan konkret. Dengan demikian, UKIM dapat mengembangkan program yang lebih relevan serta menyesuaikan dengan potensi dan karakteristik setiap divisi.

KESIMPULAN

Dalam program GALAKSI Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM), semua Badan Pengurus Harian, Divisi Acara, Divisi Humpubkes, Divisi DekDokIT, Divisi Kesekret, Divisi HumpubKes, Divisi Transkapman, Divisi Sponshorship dan Konsum melibatkan dari berbagai divisi, ini mencerminkan kolaborasi yang solid dan komitmen kuat dalam mewujudkan tujuan bersama. Divisi dengan partisipasi yang tinggi tampaknya memiliki peran yang besar dalam memastikan keefektifan kegiatan, baik melalui pengelolaan sumber daya, teknis pelaksanaan, hingga dukungan logistik.

Analisis lebih mendalam dari distribusi ini memungkinkan UKIM untuk lebih memahami area yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki. Karena keterlibatan yang tinggi dari beberapa divisi, masukan mereka berpotensi menjadi panduan utama dalam menyempurnakan aspek teknis dan operasional GALAKSI 2024. Dalam hal ini, feedback dari tiap divisi juga memperkuat komitmen UKIM untuk melibatkan seluruh elemen organisasi, memastikan bahwa setiap bagian dari acara berjalan dengan dukungan dan masukan dari seluruh divisi.

Dengan menyoroti efektivitas acara dan distribusi masukan antar divisi, UKIM dapat mengembangkan program-program selanjutnya yang lebih inklusif, transparan, dan efektif, sehingga tujuan jangka panjang untuk menciptakan wadah yang mendukung eksplorasi ilmiah bagi mahasiswa dapat tercapai dengan baik

EFEKTIVITAS PROGRAM KERJA SOSIALISASI PMW TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PENDANAAN PROPOSAL WIRAUSAHA DIKALANGAN MAHASISWA UNESA

PENDAHULUAN

Sosialisasi PMW adalah salah satu program kerja tahunan Departemen Pemberdayaan Ekonomi (DPE) UKIM UNESA. Program kerja ini merupakan kegiatan Sosialisasi untuk memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki minat di bidang wirausaha. PMW yang merupakan program mahasiswa wirausaha dari Universitas Negeri Surabaya, dalam kegiatan ini akan mengakomodasi proposal-proposal mahasiswa yang layak untuk mendapatkan pendanaan. Oleh karena itu, UKIM UNESA sebagai UKM penalaran yang bergerak di empat bidang khususnya wirausaha, terlibat dalam membantu membekali mahasiswa melalui adanya kegiatan sosialisasi sebagaimana pengantar mahasiswa mengikuti program pendanaan yang diadakan oleh Universitas. Sosialisasi PMW, dalam kegiatan ini memberikan materi seluruh peserta dengan berfokus pada dua hal, yakni penyusunan proposal dan Brainstorming. Dengan tujuan memberikan wawasan kepada peserta mengenai sistematika penyusunan proposal yang baik dan benar serta membantu menemukan strategi inovatif dengan segala peluang yang menguntungkan. Selain itu, dengan adanya output berupa proposal wirausaha yang harus dipenuhi bagi peserta yang tergabung, program kerja ini juga memberikan layanan konsultasi dan pengadaan TIM sebagai bentuk membantu keberlangsungan peserta dalam menyusun proposal dan juga memudahkan peserta dalam mencari Tim. Oleh karena itu selain mewadahi dalam ranah pengetahuan, Sosialisasi PMW juga menjadi sarana terbentuknya relasi secara eksternal

Dengan demikian setelah kegiatan ini terealisasi, Departemen Pemberdayaan Ekonomi (DPE) UKIM UNESA Perlu mengetahui tingkat Efektivitas Program Kerja Sosialisasi PMW Terhadap Tingkat Keberhasilan Pendanaan Proposal Wirausaha di kalangan mahasiswa UNESA. Guna untuk mengukur sejauh mana keberhasilan kegiatan ini dalam memenuhi target dan juga untuk mengevaluasi sekaligus menyusun strategi berjalannya seluruh program kerja DPE kedepannya sehingga lebih evektif dan maksimal

HASIL DAN PEMBAHASAN

Terlaksana-nya sosialisasi program mahasiswa wirausaha menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang dasar-dasar kewirausahaan. Banyak mahasiswa yang sebelumnya kurang familiar dengan konsep bisnis kini memahami pentingnya analisis pasar, perencanaan usaha, dan strategi pemasaran. Melihat dari hasil pengumpulan proposal yang masuk pada kegiatan ini lebih dari 70% peserta menyatakan keinginan yang lebih besar untuk memulai usaha. Beberapa di antaranya telah mulai merencanakan ide bisnis mereka, menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil memicu minat kewirausahaan mereka. Peserta merasakan manfaat langsung dari workshop yang dilakukan, di mana mereka dapat menerapkan teori ke dalam praktik.

Program ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas proposal yang diajukan. Dengan pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi, mahasiswa mampu menyusun rencana bisnis yangl ebih terstruktur dan jelas. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kualitas proposal yang diajukanl oleh peserta program lebih baik. Dengan bimbingan yang diberikan, mahasiswa dapat menyusunr poposal yang lebih sistematis dan profesional, yang lebih mudah dipahami oleh para penyandang dana. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan tingkat keberhasilan pendanaan.

Secara keseluruhan, sosialisasi PMW terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat keberhasilan pendanaan proposal wirausaha di kalangan mahasiswa UNESA. Peningkatan pemahaman, kualitas proposal, dan jaringan yang terbangun menjadi faktor kunci keberhasilan. Dengan melakukan perbaikan berkelanjutan dan memperhatikan tantangan yang ada, program ini dapat terus berkontribusi pada perkembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

PENUTUP

Dalam era globalisasi yang semakin kompetitif, kewirausahaan memainkan peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Program Kerja Sosialisasi PMW di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menyusun proposal wirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam program ini berkontribusi signifikan terhadap tingkat keberhasilan pendanaan yang diperoleh oleh mahasiswa. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori kewirausahaan, tetapi juga mendapatkan praktik langsung dalam penyusunan proposal yang berkualitas. Peningkatan kualitas proposal, keterampilan presentasi, serta jaringan yang terbangun antara mahasiswa dan investor menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan pendanaan.

Dengan demikian, diharapkan program sosialisasi ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas agar lebih banyak mahasiswa dapat merasakan manfaatnya. Semangat kewirausahaan yang telah ditanamkan melalui PMW diharapkan mampu menciptakan generasi wirausaha yang inovatif dan berdaya saing tinggi di masa depan.

 

PUISI SPESIAL HUT UKIM KE-26 TAHUN

 

26 Tahun Merajut Cita

 

Kala sepanjang warsa tatanan ilmiah dan literasi mulai bergengsi

Di Universitas Negeri Surabaya tibalah sekumpul insan membangun wadah pecinta diksi

Dengan pilar dan harapan membawa perubahan untuk kemajuan negeri

Menulis dan meneliti makanan sehari-hari dengan berbekal ilmu demis dan alumni

 

Dialah Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa hadir ditengah seantero minat dan bakat mahasiswa

Berlaga memiliki 4 roh sebagai branding membangun organisasi penuh cinta

Aktivis dan wirausaha menjadi contoh model kemandirian dan penyuaraan suara rakyat jelata

Jejak-jejakmu telah terpahat di tiap langkah insan cendekia

 

Tibalah 26 tahun UKIM berdiri kokoh melahirkan generasi hebat

Sebelum kesuksesan berlabuh di ujung keharuan nan amat dahsyat

Ada biram sendu disetiap sudut rak buku

Sebab, tiada kejayaan tanpa dedikasi yang menderu serta penuh keluh

 

Mari nyalakan obor keilmuan, mengusir gelap yang membutakan kejayaan

Terus lantunkan UKIM JAYA sebagai bentuk penghormatan

Menebar inspirasi dari satu generasi ke generasi tiada henti

Menjadi penompang negeri, di dalam setiap dedikasi

 

Teruslah berkibar, wahai panji ilmiah yang setia

Dalam diam, karya-karyamu terus menyentuh jiwa

SALAM ILMIAH tak hanya seruan tanpa makna

Tapi simbol tekad dan usaha untuk UNESA

sebagai kampus para juara

 

Penulis: Mochammad Ja’far Sodiq (DHM)

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, UKIM UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat

 

SURABAYA– Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM) UNESA gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Lamongan pada 3-8 Agustus 2024.

Pengabdian masyarakat yang diikuti oleh puluhan mahasiswa tersebut mengangkat tema “Pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Pengabdian Masyarakat UKIM UNESA 2024 Guna Mengembangkan Masyarakat yang PERWIRA (Pendidikan, Religius dan Wirausaha) di Desa Sumbersari.”

Terdapat berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama sepekan tersebut, diantaranya: relawan mengajar, kegiatan penghijauan, seminar kewirausahaan serta sosialiasi pengolahan sampah dan ditutup oleh pagelaran seni.

Rafli Dwi Darmawan, selaku ketua pelaksana, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja tahunan yang merupakan wujud nyata dari mahasiswa kepada masyarakat untuk terus mengabdikan diri dan menebar keilmuan-keilmuan yang telah diperoleh pada bangku perkuliahan.

“Semoga melalui kegiatan ini, kami bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Lamongan dan juga meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan masyarakat sekitar,” harapnya

Sekretaris Desa Sumbersari, Bapak Tomy, menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa yang akan datang.

“Pengabdian masyarakat UKIM UNESA ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya pada sosialisasi pengelolaan sampah karena di desa kami juga terdapat program Lingkungan Peternakan Sapi Terintegerasi yang biasa kami sebut program literasi” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan acara pagelaran seni yang menampilkan berbagai kesenian dan tarian tradisional dihadiri oleh masyarakat desa, sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas kerja sama dan partisipasi dalam mendukung acara sampai selesai.

ANALISIS EFEKTIFITAS PROGRAM KERJA PEMANTAPAN ORGANISASI UKIM UNESA 2024 MELALUI PENDEKATAN KEKELUARGAAN

 

PENDAHULUAN

Pemantapan Organisasi adalah program kerja tahunan dari Departemen Pengembangan Organisasi (DPO) UKIM UNESA. Program Kerja ini merupakan Pengaderan tingkat menengah yang diberikan sebagai pandangan setiap pengurus untuk melaksanakan program kerja. Dalam Pemantapan Organisasi (PO) UKIM ini, setiap pengurus akan diberikan materi terkait Analisis Kondisi dan Gagasan Awal (Anakoling Gaswal), Manajemen & budaya Organisasi, Leadership, Administrasi Kesekretariatan, dan Administrasi Keuangan guna menambah pemahaman yang akan diperlukan untuk kesuksesan Program Kerja kedepannya.

Pemantapan Organisasi (PO) ini bukan hanya mempersiapkan pengurus dalam melaksanakan program kerja kedepannya, tetapi juga sebagai wadah bagi Pengurus UKIM untuk berbagi pengalaman dari Demisioner & Alumni. Dalam hal ini semua pengurus bisa mengetahui bagaimana proses UKIM dari periode ke periode serta kerja keras dari Demisoner dan Alumni untuk mencapai posisi UKIM saat ini. Oleh karena itu, program kerja ini dilaksanakan untuk memperkuat nilai kekeluargaan baik dari Pengurus, Demisioner, dan Alumni UKIM.

Dengan memperkuat nilai kekeluargaan yang ada pada internal kepengurusan, diharapkan setiap pengurus dapat memberikan kontribusi agar terlaksananya serta kesuksesan pada setiap program kerja. Oleh karena itu Pemantapan Organisasi (PO)  ini bukan hanya sebatas Program Kerja, tetapi sebagai jembatan para pengurus untuk mengenal serta memperkuat rasa kekeluargaan yang akan menunjang perkembangan UKIM dalam kesuksesan pada program kerja yang akan datang.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Terlaksananya Pemantapan Organisasi (PO) UKIM UNESA yang dilaksanakan 2 Hari pada Sabtu-Minggu, 2-3 Maret 2024 di MWC NU Sukodono, Karangnongko, Pekarungan, Kec Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Menunjukan bahwa penyampaian materi oleh Demisioner & Alumni UKIM dapat menambah wawasan pengurus, tidak hanya itu tetapi nilai kekeluargaan juga tertuang pada program kerja ini seperti : Sharing Bersama Demisioner & Alumni, Games, Serta Bincang santai dengan Demisioner & Alumni UKIM.

Setelah Pemantapan Organisasi, telah dilakukan pengisian kuesioner oleh pengurus UKIM. Kuesioner ini diberikan untuk mendapatkan Feedback serta saran yang bermanfaat untuk Program kerja Pemantapan Organisasi (PO) di tahun depan. Tujuan utama dibuatnya kuesioner ini untuk mengetahui seberapa efektif Pemantapan Organisasi (PO) dalam kepengurusan di UKIM, diharapkan dengan mengetahui hasil kuesioner ini mampu meningkatkan kesuksesan program kerja yang akan datang.

Hasil Kuesioner ini menunjukan pengaruh Pemantapan Organisasi (PO) untuk memeperkuat rasa kekeluargaan antara Pengurus, Demisioner, dan Alumni UKIM. Dengan melihat hasil kuesioner, diharapkan setelah rasa kekeluargaan antar pengurus dapat memberikan dampak positif untuk program kerja yang akan datang, setiap kontribusi pengurus dapat memberikan hasil yang maksimal terhadap Program Kerja selanjutnya.

KESIMPULAN

Dalam Pemantapan Organisasi Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM), merupakan Program Kerja yang dibuat oleh Departemen Pengembangan Organisasi (DPO), sebagai wadah pengurus untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan antara Pengurus, Demisioner, dan Alumni UKIM. Selain itu, pemantapan organisasi juga sebagai program kerja yang mempersiapkan pengurus untuk menjalankan Program Kerja selanjutnya. Hasil dari Pemantapan Organisasi menunjukan bahwa program kerja ini memberikan dampak besar bagi pengurus dalam meningkatkan rasa kekeluargaan serta mempersiapkan pengurus dengan materi yang sudah diberikan oleh pemateri yang berasal dari Demisioner, dan Alumni UKIM.

[Output Passioned Class: Riset] PENGARUH MEDIA CLASSROOM TERHADAP EFEKTIVITAS BELAJAR

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN

Penulis: Erlina Dwi Susanti, Moh Rif’an Hidayatullah, Melanda Aulia Shalshabella, Raniah Maritza

 

Abstrak 

Pada tahun 2019, corona telah menyebar di seluruh kota yang ada di dunia. Tempat atau fasilitas publik ditutup  dikarenakan adanya isolasi secara massa. Pembelajaran dan pekerjaan mau tak mau terganggu dan terhambat.  Namun, dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, beberapa aplikasi yang dapat diakses oleh umum seperti  google classroom bermunculan dan membuat pembelajaran jarak jauh menjadi lebih efektif. Google classroom  sendiri merupakan sarana untuk melaksanakan pembelajaran sekaligus submit tugas bahkan nilai yang  telah dikumpulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan classroom dalam  efektivitas pembelajaran. Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah dengan menggunakan media google classroom dapat  memudahkan mahasiswa dalam mengumpulkan tugas yang semakin meningkat setiap harinya, sebagai  pendukung dalam pembelajaran secara e-learning, dan sifatnya yang fleksibel sehingga dapat diakses dimana  saja dan kapan saja. 

Kata Kunci: Google Classroom, Efektivitas, Pembelajaran 

 

Abstract 

In 2019, corona has spread in all cities in the world. Public places or facilities are closed due to mass isolation.  Learning and work are inevitably disrupted and hampered. However, with current technological advances,  several applications that can be accessed by the public such as Google Classroom have emerged and make  distance learning more effective. Google classroom itself is a means for carrying out learning as well as  submitting assignments and even the grades that have been collected. The aim of this research is to determine the  effect of using classrooms on learning effectiveness. This research is conducting directly using quantitative methods. The results of this research are that using Google Classroom  media can make it easier for students to collect assignments which are increasing every day, as a support for e learning, and its flexible nature so that it can be accessed anywhere and at any time. 

Key Words: Google Classroom, Effectiveness, Learning

[Output Passioned Class: Riset] MANAJEMEN STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS TENAGA PENDIDIK DENGAN FASILITAS YANG TERBATAS

Manajemen Strategi

Penulis: Permata Witjaksana Putri, Viana Putri Aisyah, Laeli Amaliya

 

Abstrak (Indonesia)

Pendidikan di Indonesia mengalami permasalahan yang disebabkan akibat akses fasilitas dan kualitas pendidik yang terbatas. Salah satu penyebab utamanya adalah penerapan manajemen yang kurang dalam bidang garapan sarana dan prasarana, sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan kurang memadai, serta peserta didik mengalami keterbatasan akses dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti mengangkat sebuah judul Manajemen strategi meningkatkan kualitas tenaga pendidik dengan fasilitas yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis kualitas pembelajaran serta kemampuan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa primer sekunder seperti artikel ilmiah, jurnal ilmiah, dan buku sebagai acuan. Untuk peningkatan dari kualitas pendidikan, dalam upaya untuk memperbaiki serta meningkatkan fasilitas pembelajaran.  Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan  manajemen anggaran pendidikan, serta kualitas pendidik untuk mengalokasikan dana dalam perbaikan dan pembangunan fasilitas belajar dan kualitas pendidik yang memadai. Selain itu, perlu juga dilakukan pengawasan dan pemeliharaan secara rutin agar fasilitas belajar tetap dalam kondisi yang baik dan layak pakai.

Kata Kunci: Sistem Manajemen, Pendidikan

 

Abstract (Inggris)

Education in Indonesia is experiencing problems due to limited access to facilities and the quality of educators. One of the main causes is the application of poor management in the field of facilities and infrastructure, resulting in inadequate quality of education, and students experience limited access in the learning process. Therefore, the researcher raised a title Management strategies to improve the quality of educators with limited facilities. The purpose of this study is to describe and analyze the quality of learning and ability in the process of teaching and learning activities. The writing method used is descriptive qualitative, with data collection techniques in the form of secondary primers such as scientific articles, scientific journals, and books as references. To improve the quality of education, in an effort to improve and improve learning facilities.  This can be done by improving education budget management, as well as the quality of educators to allocate funds in the repair and construction of learning facilities and the quality of adequate educators. In addition, it is also necessary to carry out regular supervision and maintenance so that learning facilities remain in good condition and are suitable for use.

Key Words: Management Systems, Education

[Output Passioned Class: Riset] PENGEMBANGAN APLIKASI MULTILINGUAL UNTUK MENUNJANG KETERAMPILAN BERBAHASA MELALUI METODE RESEARCH AND DEVELOPMENT

PENGEMBANGAN APLIKASI INTERAKTIF UNTUK MENUNJANG KETERAMPILAN BERBAHASA MELALUI METODE RESEARCH AND DEVELOPMENT

Penulis: Lasmana Fajar Hapriyanto, Dimas Raditya A. M, Bima Satria One, Fahmi Hasan Firdaus

 

Abstrak (Indonesia)

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi interaktif yang dapat mendukung keterampilan berbahasa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang mengintegrasikan pengalaman, keahlian, otoritas, dan kepercayaan. Isu yang menjadi fokus adalah tantangan dalam pembelajaran bahasa di era digital, di mana aplikasi interaktif dapat menjadi solusi yang efektif. Selanjutnya, aplikasi dikembangkan dengan melibatkan ahli bahasa dan teknologi pendidikan untuk memastikan konten yang berkualitas. Aplikasi ini dikembangkan secara kompleks dengan mengubah dan membarui beberapa aplikasi yang sudah berdiri sebelumnya. Dari berbagai macam aplikasi, kita menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki dan diperbarui. Jika aplikasi yang telah ada sebelumnya belum dilengkapi dengan beberapa fitur yang interaktif maka aplikasi berjudul Multilingual ini dirancang dengan pembaruan fitur seperti fitur podcast dan film, untuk memberi pemahaman dalam bentuk hiburan. Selain itu akan mendukung kemampuan seseorang secara visual dan pemahaman secara detail, kemudian fitur-fitur lain seperti games interaktif dalam motode belajar secara kinestetik membuat aplikasi ini tidak hanya menjadi ajang untuk belajar secara serius, tetapi juga bisa belajar sambil bermain. Selain membangun fitur interaktif secara visual dan kinestetik, kemampuan kritis juga bisa diterapkan melalui fitur rak buku agar bisa dibaca oleh pembaca yang ingin belajar secara interaktif dengan metode membaca yang baik. Dengan adanya beberapa pembaruan yang telah direncanakan, harapannya dapat menghasilkan sebuah aplikasi yang interaktif dan mengasyikkan. 

Kata Kunci: Aplikasi, teknologi, bahasa, pendidikan, inovasi

 

Abstract (Inggris)

This research aims to develop interactive applications that can support language skills.  The method used is Research and Development (R&D) which integrates experience, expertise, authority and trust.  The issue in focus is the challenges in language learning in the digital era, where interactive applications can be an effective solution.  Furthermore, the application was developed by involving language experts and educational technology to ensure quality content.  This application was developed in a complex manner by changing and updating several previously existing applications.  From various applications, we find several things that need to be improved and updated.  If the existing application is not equipped with several interactive features, this application is designed with updated features such as podcast and film features, to provide understanding in the form of entertainment.  Apart from that, it will support a person’s abilities visually and understand details, then other features such as interactive games in the kinesthetic learning method make this application not only a place for serious learning, but also for learning while playing.  Apart from building interactive features visually and kinesthetically, critical skills can also be applied through the bookshelf feature so that they can be read by readers who want to learn interactively with good reading methods.  With several planned updates, the hope is to produce an interactive and exciting application.

Key Words: Application, technology, language, edication, inovation