Teman Yang Tak Terpisahkan Oleh Ruang dan Waktu

Oleh: Madinatul Munawaroh

Apa arti teman sebenarnya, bila hanya bertemu, lalu menyapa dan apabila sudah lama tidak bertemu berasa sudah tidak saling kenal alias lupa atau mungkin dilupakan. Benarkah demikian? Padahal teman adalah salah faktor pendorong kita untuk maju dalam mendapatkan kesuksesan dimasa datang.

Saat ini aku telah duduk dibangku kuliah, teman-teman karibku juga demikian, kuliah dan salah satunya kerja. Mereka memiliki nama panggilan, Kiranti dan Inayah. Kini temanku yang bernama Kiranti sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Jember sedangkan temanku Inayah, dia melanjutkan untuk bekerja di PT. Jatim Autocomp Indonesia.

Kisah ini berawal pada saat kami dipertemukan disekolah SMK. Awal kami bertemu memang tidak saling kenal, lambat laun sekitar dua bulan kami sudah saling kenal tapi belum terjadi keakraban. Keakraban terjalin saat kami mulai terbiasa bekerja sama dalam kerja kelompok dan diskusi bersama tentang matapelajaran yang kami pelajari. Kami saling membantu dalam menyelesaikan tugas, misalnya dalam membangun sebuah website. Jika salah satu dari kami merasa kesulitan, maka aku akan membantunya. Karena apa, aku dulunya penyuka desain website, jadi aku memahami bahasa pemogramannya tentang css, php, javascript, database. Kalau bidang animasi 2d, temanku kiranti jagonya. Dengan selalu kerja bareng, membuat aku, kiranti, dan inayah semakin akrab. Membuat kami menjadi teman dekat yang solid.

Kelas sebelas, waktu kami untuk mempersiapkan PSG (Pendidikan Sistem Ganda). Waktu dinama kami diturukan langsung ke tempat kerja. Kami memilih untuk PSG di Pengadilan Agama Bangil, selama tiga bulan kami praktik kerja tentang sistem pengadministrasian di Pengadilan Agama. Selama itu pula, kami menjadi lebih mengenal lagi, seperti sahabat karib. Setelah usai PSG, guru kami menyuruhku untuk mengikuti seleksi LKS pada bidang desain grafis. Dengan dukungan mereka, akhirnya aku memberanikan diri untuk mengikuti seleksi tesebut.

Tak terasa waktu begitu cepat, kami pun sudah kelas duabelas. Waktu yang paling menentukan sebab UNBK sudah didepan mata. Dan kami pula harus mempersiapkan ujian LSP dari BNSP. Hari-hari yang kami lewati begitu bermakna dan berkesan buatku, ujian demi ujian telah kami lewati bersama dan tak terasa pula kami di penghujung perpisahan. Teman-teman sekelas mengadakan rekreasi bareng ke obyek wisata WBL (Wisata Bahari Lamongan) dan gua maharani. Suasana yang begitu ceria dan penuh semangat, kami curahkan bersama. Kami juga berfoto-foto dengan harapan selama tiga tahun ini, akan menjadi kenangan terindah yang tak akan pernah terlupakan.

Hari yang paling ditunggu telah tiba yaitu menjadi seorang wisuda. Suasana yang begitu riuh gembira bersama para wisuda-wisuda yang lain yang antusias mendapat kalung wisuda. Aku, Kiranti dan Inayah berfoto bersama dengan harapan momen ini menjadi kenangan yang tak akan terlupakan. Pada saat acara wisuda telah dimulai, kami begitu hikmad dalam menjalani acara wisuda pada saat itu. Dan tibalah waktu yang mendebarkan para wisuda yaitu pengumuman juara UN dan Nilai Sekolah tertinggi. Dan pada saat namaku disebut dalam juara ke-3 Nilai Sekolah tertinggi, teman karibku, Kiranti dan Inayah memberikan selamat dan tepuk tangan dengan tawa yang bahagia diraut wajah mereka. Aku maju ke atas pentas dengan riuh keramain tepuk tangan dari teman-teman sekelas menyambutku.

Kami memang teman satu kelas mulai dari kelas sepuluh hingga kelas duabelas. Selama tiga tahun, kami menjalin keakraban, kerjasama, dan solidaritas diantara kami. Sekarang kami sudah ditempat yang berbeda, Kiranti di Jember, Inayah di Pasuruan, dan Aku di Surabaya. Meski kami sudah lama tidak betemu karena kesibukan masing-masing dan kami juga terpisahkan oleh tempat, tapi kami yakin dan pasti bahwa jarak dan waktu tidak bisa memisahkan pertemanan yang solid ini, karena kami masih menjalin hubungan yang baik walaupun lewat media sosial. Seperti halnya sebuah website, tanpa adanya css, php, java script, dan database mana mungkin sebuah website dapat dibangun. Sama halnya dengan hubungan pertemanan, tanpa adanya sebuah kerjasama, keakraban, dan solidaritas, mana mungkin hubungan petemanan bisa terjalin dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *