Gatotkaca Cantik nan Sabar

Oleh: Putri Febrianti

Mahasiswa adalah makhluk dalam tingkatan sosial yang satu-satunya menyandang gelar setara seperti Tuhan, “Maha”. Secara historical, mahasiswa bisa mendapat sandangan gelar itu karena pada masa awal-awal kemerdekaan Negara kita masih kental dengan yang namanya perjuangan, dan mahasiswa pada masa itu merupakan golongan pelajar yang turut serta berjuang bersama rakyat, berjuang untuk rakyat. Pemikiranlah yang menggerakan mahasiswa pada masa itu. Namun sekarang adalah era dimana perjuangan golongan pelajar tidak harus dilakukan dan bertujuan secara kasar bersama dengan rakyat. Era kekinian adalah era dimana mahasiswa sudah sedikit bergeser fungsi dan kehidupan sosialnya. Mahasiswa terbagi dalam dua stereotype yang berlawanan, mahasiswa aktivis dan mahasiswa kupu-kupu.

Nanyda Milindia, adalah salah satu sosok yang mampu mewakili tipikal dari mahasiswa kupu-kupu. Si kulit sawo manis namun menawan ini cukup menarik perhatian. Gaya khas nya yang  feminim tomboy, membuat ia di kenal dengan sebutan ‘’si kecil tomboy nyentrik’’. Baginya gaya feminin tomboy itu hal yang wajar saja, namun beberapa teman di kelas nya selalu mengkritik cara berpakaian nya. Ia kerap di sapa dengan sebutan Nanda. bertempat tinggal di jalan Gatotkaca no 5 Griya Paris. Nanda terdiri dari 4 kakak – ber adik, ia adalah anak ke-1 dari 4 ber saudara. Nanda lahir di kota Mojokerto pada tanggal 13 Mei 1998.

Si gadis kontroversi ini tengah menjalankan studi nya di Universitas Islam Majapahit. Ia mengambil jurusan Teknik Industri semester-3. Di kelas nya ia sering sekali di komentari oleh teman nya yang memang kurang bersahabat dan terkenal dengan kesombongan nya, cara pakaian nya selalu menjadi bincangan hangat! Tetapi, Nanda tidak pernah menanggapinya. Baginya itu adalah suatu hal yang ‘kampungan’ untuk di bahas.

Wanita bertubuh kecil sekal—hampir mendekati makna “berisi”—yang satu ini dalam perkuliahannya hampirlah selalu hanya bersentuhan dan berhubungan dengan dunia perkuliahan dengan perumahan. Bila digambarkan dengan pemetaan geographic, langkah kaki wanita kompleks ini hanyalah meninggalkan jejak dari rumah menuju kampus, itu adalah rute yang mempunyai intensitas tinggi bila jejak-jejak kakinya meninggalkan noda pada pencitraan bila kita melihatnya dari satelit NASA di luar angkasa sana.

Meskipun gaya khas nya nyentrik, tetapi Nanda menyimpan sejuta rahasia yang tidak pernah orang ketahui. Ia adalah pribadi yang cukup baik, sopan, dan ramah. Ia bisa menghargai orang lain dan menerima segala kelebihan den kekurangan orang – orang di sekitar nya.

Nanda adalah gadis yang terbiasa di didik keras oleh ibu nya, ia terkadang hanya berbekal uang jajan sisa kemarin saja. Ia tidak pernah bisa untuk membiasakan diri meminta uang jajan dan bertingkah manja di hadapan orang tua nya. Meskipun begitu, Nanda selalu tegar dan terlihat riang di hadapan teman – teman nya.

Ada satu hal yang selalu membuat nanda kesal dan terkadang membuatnya menangis yaitu,  Kisah perjalanan hidup nya yang  tidak berjalan mulus. Ia memiliki kisah hidup yang menyedihkan sampai air mata jatuh tak terbendung. Nanda bukanlah anak kandung dari ibu nya sekarang, ia hanyalah anak dari ayah dan ibunya yang telah meninggal. Dirumah ia dijadikan kekuatan untuk tetap bisa mandiri, kerja keras dan bersabar. Walaupun banyak beban yang harus dikerjakan saat dirumah maupun kuliah. Sungguh malang nasibnya, harus memangkas kesenangannya saat ini untuk keluarganya yang itupun bukan saudara kandungnya.

Bekas tangis setiap saat pun ada, ketika ia selalu setiap pagi tak makan hingga siang dengan hanya ada uang sisa kemarin yang jumlahnya pun tak seberapa. Ia cukup-cukupkan roti kecil itu. 1 bulan uang sakunya itu seperti roti kecil yang harus habis tepat untuk 1 bulan itu. Dengan semua kebutuhan yang ada ia habiskan uangnya untuk membeli kebutuhannya.

Pernah saat itu roti kecil itu tak tersisa dan ia pun harus berhutang ke temannya yang memang roti untuk membayar biaya spp karena uang spp yang ada padanya telah ia makan untuk kebutuhannya yang tak tercukupi dengan roti kecil. Ia melakukan itu karena takut singa jantan akan memakannya jika ia berbicara kepada singa jantan. Memang disadari roti kecil tidak akan mampu untuk mencukupi semua kebutuhannya. Malang nian nasibmu Nand, kuatkan kesabaranmu, nanti pasti ada cahaya yang akan menyinari.

Tentu semua orang yang bersahabat ingin mempunyai sahabat seperti dia, dimana sahabat pastilah ingin mempunyai sahabat yang selalu mengingatkan dan tidak bertingkah pura-pura baik tapi apa adanya dalam berucap. Bukankah sifat-sifat seperti itu yang merupakan sifat dalam persahabatan? Bukankah kalian yang senang menjalin persahabatan mencari sahabat yang seperti Nanda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *